NAGEKEO, NTT – Sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, perawat dituntut untuk memiliki keterampilan klinis yang mumpuni dan terstandar. Menyadari hal tersebut, RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo menggelar In-Hou
Training (IHT) bertajuk “Peningkatan 12 Kompetensi dan Keterampilan Dasar Perawat” pada Februari 2026.
Kegiatan strategis ini menggandeng Hanacaraka Training Center Indonesia sebagai fasilitator, dengan menghadirkan narasumber ahli, Ns. Halipah, S.Kep., M.H., FISQua, yang juga merupakan Direktur Hanacaraka.
Fokus pada 12 Kompetensi Inti
Pelatihan yang diikuti oleh seluruh perawat pelaksana ini bertujuan untuk memperkokoh fondasi asuhan keperawatan profesional. Peserta tidak hanya mendapatkan pendalaman teori, tetapi juga simulasi pada skill station yang mencakup 12 kompetensi krusial, di antaranya:
- Komunikasi terapeutik dan pengkajian komprehensif.
- Pemberian terapi oksigen dan pemasangan infus.
- Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
- Bantuan Hidup Dasar (BHD).
- Manajemen perawatan luka dan dokumentasi keperawatan sesuai standar keselamatan pasien.
Membangun Budaya Mutu, Bukan Sekadar Formalitas
Dalam pemaparannya, Ns. Halipah menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini adalah investasi jangka panjang bagi rumah sakit.
”Perawat adalah ujung tombak pelayanan. Kompetensi dan keterampilan yang terstandar bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi, melainkan bagian dari budaya mutu yang berdampak langsung pada keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat,” tegas Ns. Halipah.

Komitmen RSUD Aeramo bagi Masyarakat Nagekeo
Direktur RSUD Aeramo, dr. Chandrawati, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret rumah sakit dalam mewujudkan tata kelola klinis yang berorientasi pada mutu berkelanjutan.
”Kegiatan ini menjadi langkah strategis kami untuk meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan. Kami ingin memastikan setiap pasien yang datang ke RSUD Aeramo mendapatkan asuhan yang aman, tepat, dan berkualitas,” ungkap dr. Chandrawati.
Dengan metode yang interaktif—mulai dari ceramah, diskusi kasus, hingga praktik langsung—diharapkan seluruh perawat mampu segera mengimplementasikan ilmu yang didapat ke dalam tugas keseharian mereka. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen RSUD Aeramo untuk terus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang unggul bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya.